Beranda > artikel, artikel islami > KETIKA KUBUR MENASIHATI CALON PENGHUNINYA [copy]

KETIKA KUBUR MENASIHATI CALON PENGHUNINYA [copy]

Setelah jenazah diletakkan di lubang sempit seukuran jazad, kemudian penggali kubur menutup dengan tanah bekas galian itu, nisan sementara berupa papan yang ditulisi nama, tanggal lahir dan tanggal wafat si mayit, gundukan tanah itu ditempeli potongan potongan rumput untuk menutupi tanah yang masih basah itu.

Para pengantar jenazah masih menyempatkan berdoa terutama mendoakan almarhum, kadang kadang didahului dengan sambutan dari sohibul musibah dilanjutkan dengan wakil instansi bekas tempat almarhum bekerja semasa hidupnya atau ditambah lagi dari teman teman sejawatnya. Usai semua prosesi pemakaman , satu per satu mereka meninggalkan areal pemakaman dengan pikiran dan perasaannya masing-masing. Tinggallah sosok tubuh yang telah terpisah dengan ruhnya tergolek di lubang sempit yang telah ditutupi tanah yang ditaburi serpihan kembang aneka ragam warna warni di atas permukaannya. Kuburan, adalah terminal awal dalam perjalanan jauh anak manusia untuk kembali menuju ke kampung halaman asalnya yaitu kampung akhirat nun jauh disana.

Lamat-lamat ruh si mayit teringat untaian nasihat kubur yang pernah didengarnya dari salah seorang ustadz dalam pengajian yang ia hadiri semasa hidupnya. Memang betul apa yang dinyatakan oleh kubur bahwa ia tempat yang paling gelap. Ternyata ketika penggali kubur usai menimbun kuburannya, tak sedikitpun cahaya masuk ke dalam, semua dalam keadaan gelap gulita. Ketika kubur menyatakan bahwa ia adalah tempat yang paling sempit, ternyata tak ada celah tempat yang longgar bagi jasad yang terbaring di dalamnya. Kepala, ujung kaki dan tubuhnya yang diposisikan miring menghadap kiblat sangat pas dengan rongga tanah yang disisakan di bawah bambu yang tersusun di langit-langit sepanjang kuburan itu. Bila kubur menyatakan bahwa tempatnya paling sepi, maka ketika anak-anak, isteri/suami, saudara, kerabat, teman dan sahabatnya baru saja beramai-ramai mengantarkan jenazahnya semua telah kembali ke tempatnya masing-masing, tinggallah jazad dan ruhnya sendirian dalam kegelapan dan tempat yang teramat sempit. Bermunculan kemudian binatang-binatang penghuni tanah yang menjijikkan dan yang berbisa serta menyeramkan mengerubuti sosok mayat yang baru untuk dijadikan santapan lezat sebagai rezki untuk penyambung hidup mereka. Tidak berapa lama terdengar suara yang sangat mengagetkan diikuti kehadiran dua malaikat Munkar, Nakir dengan tegas melaksanakan perintah Allah menanyai ruh yang telah terpisah dari jazadnya.

Apa yang dinyatakan oleh kubur yang pernah ia dengar dari ustadz dulu sungguh kini menjadi kenyataan. Sebuah pengalaman baru yang tak pernah terbayang dan terpikirkan secara sungguh-sungguh semasa hidupnya, Cuma terlintas saja dalam pikiran, tak pernah direnungkan, apalagi dibayangkan bakal terjadi seperti pengalaman pertamanya hari ini. Berapa lama kiranya keadaan ini akan dialaminya, dia juga tak pernah ingin tahu selama ini. Yang jelas akan jauh lebih lama dari umurnya semasa hidup di dunia.

Jika di tempat ini merupakan terminal awal dari perjalanan jauh anak manusia kembali kehadirat Tuhannya, maka tahap berikutnya adalah hari kebangkitan setelah terjadinya kejadian yang teramat dahsyat menimpa dunia dan semua penghuninya yaitu hari kiamat kubro. Pada hari kebangkitan ini semua manusia di alam kubur dibangkitkan lagi untuk menghadapi hari perhitungan, semacam hari evaluasi diri pada masing-masing pribadi manusia. Seluruh umat manusia sejak zaman Nabi Adam A.S sampai umat Nabi Muhammad Saw yang terakhir menerima ajalnya di dunia. Semua bergerak menuju Pengadilan Allah SWT. untuk mempertanggungjawabkan segalanya, apapun yang diucapkan, yang dilakukan dan yang tidak dilakukan oleh masing-masing diri pribadi manusia. Pada waktu itu tak ada gunanya lagi anak laki-laki yang dibangga banggakan semasa di dunia, karena masing masing sibuk mempertanggungjawabkan amalnya sendiri-sendiri. Tak ada gunanya harta berlimpah yang dikumpulkan selama di dunia siang malam, begitupun pangkat dan jabatan serta kedudukan tinggi yang mati matian diperjuangkan selama di dunia, tak ada yang dapat menolong dirinya. Masing-masing diri hanya bertanggungjawab atas amalnya sendiri.

Bisakah kita mempertanggungjawabkan semua amal kita selama hidup yang singkat di dunia ini? Semua sangat tergantung atas kualitas amal itu sendiri! Jika yang kita lakukan melulu amal shaleh yang dilandasi aqidah dan iman yang lurus dan kokoh, insya Allah perjalanan berikutnya menuju hari pembalasan selamat dalam rahmat dan kasih sayangNya dan mendapatkan balasan karunia surga, sebaik-baik tempat dan kekal di dalamnya. Tetapi, apabila selama di dunia amal yang dilakukan tergolong perbuatan maksiyat, mendustakan ayat-ayatNya, melalaikan perintah dan melecehkan laranganNya, apa lagi berusaha menghalangi manusia berbuat baik dan mendorong berbuat maksiyat dan menyatakan bahwa kejadian pada hari akhirat itu sekedar cerita dongeng belaka, kemudian ketika sampai ajalnya tak pernah melakukan pertobatan yakni tobat nasuha, maka jangan katakan Allah itu mendzaliminya jika kelak ia menerima balasan yang terburuk yakni neraka jahannam dan tinggal di dalamnya selama-lamanya. Itulah hasil akhir yang diperoleh dari amal dan perbuatan nista, khianat dan pembangkangan terhadap perintah dan larangan Allah selama hidupnya di dunia yang fana.

Sebagai penutup, nasihat yang amat berharga dari kubur adalah bagaimana manusia dapat mengatasi gelapnya dalam kubur adalah dengan cara membiasakan shalat tahajut. Mendawamkan bangun pada dua per tiga malam untuk menunaikan ibadah tambahan menegakkan shalat tahajut dengan khusyu’, di saat orang lain tidur nyenyak. Insya Allah dengan membiasakan mengikuti ibadah sunnah para Nabi dan orang orang shaleh itu, kelak kuburan kita menjadi terang benderang atas karunia Allah. Setelah kuburan kita dipenuhi cahaya surga, nasihat kubur berikutnya adalah keluar dari kesempitan yang mencekik dengan banyak melaksanakan silaturrahim, mengembangkan hubungan baik dengan sesama manusia, hablum minan nas secara horizontal yang dilandasi hubungan yang telah terjalin baik dengan Allah Swt. hablum minallah. Menyambung silaturrahmi diikuti dengan berbuat baik sesamanya, paling sedikit bermuka cerah dan memberikan senyum dengan tulus. Untuk dapat meramaikan kesepian kubur, dinasihatkannya agar seringlah membaca Al Qur’an. Jadikan ia bacaan harian. Tak ada hari tanpa baca dan mendalami Al Qur’an. Pendalaman disertai penghayatan dan diam-diam kita laksanakan perintahnya dan kita jauhi perbuatan yang dilarangannya. Langkah lanjutannya, kita mulai menghafalnya sedikit demi sedikit menurut kemampuan dan mencoba menerapkan semboyan : one day one ayat. Untuk meracuni binatang-binatang berbisa yang berusaha mendekati jasad yang telah ditinggal ruhnya itu, kubur telah menasihatkan agar kita banyak berinfaq dan bersodaqoh setelah zakat kita tunaikan. Di sekitar kita masih banyak saudara kita yang memerlukan bantuan dan pertolongan. Kemauan menolong dan peduli sesamanya perlu ditumbuhkan dalam tiap diri kita dan sedapat-dapatnya keinginan menolong sesamanya itu ditularkan kepada anak dan keturunan kita.

Ketika tujuh langkah para pengantar jenazah telah berlalu dari kuburan, konon malaikat Munkar Nakir datang menghampiri ruh yang telah berpisah dari jasadnya dan menanyakan sekitar aqidah dan keimanan kita. Nasihat kubur adalah, agar kita membaca kalimat tauhid: Laa ilaha illallah terus menerus selama hidup. Usahakan agar ucapan terakhir, ketika ruh kita keluar secara bersamaan kitapun mengucapkan kalimat itu. Agar tercapai akhir yang baik, husnul khatimah maka kesempatan kita yang masih hidup ini harus kita gunakan sebaik-baiknya untuk membiasakan mengucapkan kalimat tauhid itu baik dalam keramaian maupun dalam keadaan sendiri, di kala senang maupun susah, di kala sehat maupun sakit, pagi dan petang sehingga menjadi kebiasaan selama hidup ini. Insya Allah menjelang sakratul maut, kalimat itu pula yang akan terucap. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Biar sejarah yang bicara ......

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: